5 Alasan Mengapa Media Tanam Padi Indoor Farming Yang Akan Digunakan Petani Di Masa Datang Termasuk Di Indonesia

416

Indoor Farming – Indoor Farming adalah pola baru bercocok tanam yang akan membuat seseorang menjadi seorang petani jaman sekarang bukan pekerjaan yang selalu identik lumpur sawah kotor karena sekarang siapun bisa bertania tanpa harus kotor-kotoran disawah dengan sistem bercocok tanam indoor farming. Berkembangnya tehnologi telah mampu menyulap sistem konvensional menjadi cara modern seperti halnya sistem bercocok tanam vertikal farming yang telah banyak diterapkan para petani negara-negara maju. Semua berkat kepintaran manusia dari abad ke abad, mencari sesuatu yang dapat mempermudah pekerjaan mereka.

Mengingat makanan merupakan kebutuhan pokok manusia, maka orang perlu menemukan solusi agar dapat terpenuhi. Oleh sebab itu guna menjawab persoalan tersebut, banyak ilmuan tertarik sekaligus merasa tertantang, mengembangkan suatu pola baru bernama indoor farming. Item di bawah ini, adalah jawaban mengapa media bercocok tanam sistem tersebut layak digunakan di masa yang akan datang.

Mungkin Anda tidak percaya, tapi faktanya di berbagai negara di dunia, telah banyak yang mempratikkan indoor farming technology, seperti Amerika, Singapura dan Jepang, yang memang dikenal sebagai wilayah padat penduduk. Dengan begitu, maka tidak menutup kemungkinan di Indonesia juga nantinya akan menerapkan sistem bercocok tanam indoor farming seperti negara lainnya. dan berikut ini beberapa alasan kenapa indoor farming bisa jadi media tanam di masa depan untuk para petani dunia khususnya di Indonesia.

indoor farming media tanam masa depan
Indoor farming dengan biaya lampu luar biasa besar via gizmodo.com

Inilah 5 Alasan Mengapa Media Tanam Padi Indoor Farming Yang Akan Digunakan Di Masa Datang

1. Lahan Semakin Sempit Dan Langka

Ini menjadi alasan utama mengapa sistem bercocok tanam padi itu digunakan. Seperti diketahui bersama lahan persawahan tiap hari memang kian menyempit, karena disulap menjadi pemukiman, seperti yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia misalnya Jakarta, Semarang, Medan dan kota-kota lain. Dengan melihat dan memerhatikan itu semua, indoor farming mungkin suatu ketika akan diterapkan nantinya.

2. Tidak Harus Menggunakan Sawah

Perbedaan indoor farming vs outdoor farming adalah karena cara ini tidak harus menggunakan sawah. Ya, ini memang benar adanya, tehnik indoor farming sudah tidak menggunakan area persawahan lagi sebagai media bercocok tanamnya, melainkan gedung bertingkat. Jadi Anda tidak harus kepanasan dan terkena lumpur kotor, sebab sistem ini memang sangat praktis, karena dikendalikan oleh kecanggihan tehnologi, seperti air hujan yang melimpah saat musim penghujan yang dapat diatur oleh alat, sehingga petani tidak akan mengalami gagal panen.

3. Dapat Meminimalisir Kegagalan

Masih terkait dengan nomer dua di atas, banyak petani sering mengalami kecemasan pada perhitungan mereka dalam membaca alam, takut barangkali meleset dan salah ramal. Namun dengan adanya sistem indoor farming ini, semua masalah di bidang pertanian seperti bencana alam seperti kebanjiran dan kekeringan, sehingga kegagalan dapat dengan mudah ditanggulangi dan diminalisir dengan baik.

4. Tidak Mengandalkan Intuisi

Bila dulu dalam menanam padi atau tanaman lain, banyak petani yang mengandalkan intuisi dalam membaca alam sekitar, kini berkat sistem indoor farming sudah tidak perlu lagi. Cukup dengan mengandalkan sentuhan tehnologi software, seperti yang terjadi di Amerika yang sukses menggunakan sistem ini. Meskipun banyak menggunakan tenaga listrik dalam jumlah besar untuk operasionalnya, akan tetapi cara tersebut yang dinilai paling bagus dan masuk akal.

5. Tetap Fleksibel Dengan Berbagai Macam Model Cocok Tanam

Istimewanya memakai cara ini, semua tehnik model bercocok tanam dapat diterapkan dengan baik, mulai dari hidroponik yang menggunakan media di atas air, aquaponic di mana kolam ikan bagian atas yang dipakai, serta aeroponic yang menerapkan media di udara. Untuk semua cara model seperti ini, indoor farming sangat fleksibel dan dapat digunakan.

5. Dapat Mencegah Terjadinya Global Warming

Salah satu pemicu terjadinya global warming adalah : meningkatnya suhu di bumi akibat makin berkurangnya hutan yang dijadikan area pertanian, di mana pohon banyak yang ditebang. Jika hal tersebut dibiarkan secara berlangsung lama bisa menyebabkan keadaan seperti itu. Temperatur meningkat hingga mencairkan es-es di kutub utara, permukaan air lautpun naik, mengancam eksistensi populasi pantai di seluruh dunia.

Itulah beberapa alasan kenapa Media Tanam Padi Indoor Farming Yang Akan Digunakan Petani Di Masa Datang termasuk di Indonesia mengingat negara-negara maju lain sudah menerapkan sistem vertikal farming dalam bercocok tanam.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.