Budidaya Caisim, Peluang Usaha Menguntungkan yang Layak Ditekuni

687
Budidaya Caisim
Budidaya Caisim

Selain sawi keritng, sawi putih (sawi jabung), sawi huma, dan sawi hijau, ternyata ada satu lagi sawi yang cukup terkenal untuk lidah orang Indonesia. Namanya sawi bakso atau caisim, kebanyakan orang menyebutnya sawi Cina. Saat ini, caisim sudah banyak dijual di pasar-pasar. Kebanyakan orang Indonesia mengolahnya menjadi berbagai jenis makanan, biasanya digunakan untuk campuran bakso ataupun mie ayam.

Sawi Cina atau Caisim ini memiliki harga yang cukup tinggi dipasaran dibandingkan dengan sayuran sejenisnya seperti kacang, bayam, dan lainnya. Pertmintaan akan sawi pun sangat tinggi, mengingat kebutuhannya untuk usaha kuliner bahkan untuk konsumsi rumahan. Hal inilah yang menjadikan peluang usaha budidaya caisim atau sawi cina cukup menjanjikan.

Teknik Budidaya Caisim sendiri sebenarnya tidaklah sulit. Hal ini dikarenakan, caisim dapat tumbuh baik itu di dataran tinggi maupun dataran rendah. Jika anda tertarik untuk terjun dalam usaha budidaya caisim ini, silahkan untuk melanjutkan membaca artikel ini hingga selesai ya.

Teknik Budidaya Caisim

Persiapan Alat dan Bahan untuk Membudidayakan Caisim

Pertama, siapkan benih yang bersertifikat dan mampu beradaptasi dengan lingkingan sekitar. Benih yang baik, biasanya dikemas dengan alumunium foil dan kondisinya masih utuh. Benih merupakan faktor penentu awal keberhasilan budidaya caisim. Kalau benih yang berasal dari penanaman, sebaiknya gunakan yang sudah berumur 70 hari, dan tidak disimpan lebih dari 3 tahun. Setiap hektar lahan tanam biasanya memerlukan 750 gram benih caisim.

Setelah itu, siapkan pupuk kandang sebanayk 3 ton untuk setiap hektarnya. Atau anda juga bisa menggunakan SP-36, pupuk KCL, dan Urea dengan takaran 100 kg, 150 kg, 250 kg per hektarnya.

Beberapa petani juga ada yang mananam caisim di bekas lahan melon atau semangka, jadi tidak perlu lagi menambahkan pupuk dasar pada lahan. Tapi, jik bukan bekas lahan melon atau semangka, maka anda mengolah tanah terlebih dahulu, lalu kemudian membuat bedengan-bedengan.

 

Persiapan Lahan dan Persemian untuk Budidaya Caisim atau Sawi Cina

Membuat Bedengan
Membuat Bedengan

1. Membuat Bedengan

  • Buatlah bedengan berukuran lebar 1 meter dan tinggi 15-20 cm. Antara bedengan yang satu dengan yang lain, pisahkan dengan parit selebar 40 cm.
  • Taburkanlah pupuk organik atau pupuk kandang di atas bedengan dengan dosis 2-3kg/㎡, dan aduk sampai rata. Biarkan selama 5 hari sebelum lahan siap ditanami.
  • Untuk teknik dalam melakukan pembibitan, caranya dengan menaburkan benih lalu menutupinya dengan tanah setebal 1 – 2 cm, sebelum akhirnya disiram menggunakan sprayer. Dalam kurun waktu 3 – 5 hari, benih yang tadi disebar akan mulai kelihatan tumbuh.

2. Persiapan lahan

  • Mengukur dan menstabilkan kadar keasaman tanah. Untuk daerah yang memiliki pH terlalu rendah (asam), lakukan pengapuran untuk menaikkan derajat keasaman tanah, sekitar 2 sampai 4 minggu sebelum proses penanaman. Sementara untuk jenis kapur yang dipakai adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).
  • Menanam caisim yaitu dengan membuat plot yang berukuran 5×5 meter sebanyak 20 buah. Tiap plotnya ada 4 buah bedengan yang jaraknya 20 cm.

Penanaman dan Pemeliharaan Budidaya Caisim

Penanaman Caisim
Penanaman Caisim

Lakukan penanaman sebanyak 5 plot dalam satu minggunya. Jadi dalam satu bulan ada 20 plot yang nantinya ditanam.

  • Saat akan melakukan penanaman, siram tanah terlebih dahulu agar lembab. Bagi bedengan menjadi 4 bagian dengan jarak 25 cm. Lalu buat lubang dengan kedalaman 2-3 cm. Untuk satu lubang diisi oleh satu bibit.
  • Setelah proses penanaman, buatlah alur di sela-sela tanaman. Tujuannya agar anda bisa melakukan pemupukan. Anda bisa menggunakan SP – 36 sebanyak 100%, Urea sebanyak 30% dan pupuk KCL sebanyak 50% dari dosis yang dianjurkan.
  • Setelah semuanya selesai, tutup lubang dan alur dengan tanah dan penyiraman.
  • proses penyiraman harus senantiasa diperhatikan. Penyiraman itu sendiri sangat tergantung pada musim. Jika pada musim penghujan air yang turun dirasa berlebih, maka harus dilakukan pengurangan air, begitu juga sebaliknya, pada saat musim kemarau, air yang disiramkan juga harus ditambah. Sementara untuk cuaca yang normal, penyiraman hanya dilakukan sehari sekali, yakni pada pagi atau sore hari.
  • Penjarangan dan penyulaman juga harus dilakukan selama masa pemeliharaan, yakni dengan mencabut gulma dan tanaman yang tumbuh terlalu rapat, serta mengganti tanaman yang rusak atau mati dengan tanaman yang baru.
  • Selama masa pemeliharaan harus pula dilakukan pemupukan tambahan, yakni dengan pupuk NPK dan berikan dengan cara dikocor. Larutkan 200 gram NPK ke dalam 10 liter air untuk satu plot. Siram pada bagian pangkal dan jangan sampai terkena daun. Lakukan pemupukan ini pada 10 HST dan 25 HST.

Masa Panen dan Pasca Panen Budidaya Caisim

Masa Panen Caisim
Masa Panen Caisim

Caisim sudah dapat dipanen setelah 30-35 hari sejak bibit dipindahkan dari lahan penyemaian. Untuk memanennya, bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan memotong pangkal batang dengan pisau tajam atau mencabut seluruh tanaman berikut akarnya. Hindari jangan sampai terlambat dalam melakukan pemanenan, karena dapat menyebabkan caisim cepat berbunga.

Setelah dipanen, letakkan caisim di tempat yang teduh dan diberi percikan air agar tidak mudah layu. Jangan menyimpan caisim terlalu lama, karena penyimpanan di suhu ruang hanya mampu membuatnya bertahan 1-2 hari saja. Tapi jika diletakkan di dalam kulkas serta dibalut dengan kantong plastik agar caisim dapat bertahan sampai 1 minggu.

Nah, itulah diatas langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk membudidayakan caisim. Selamat mencoba.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.