5 Masalah yang Kerap Membuat Petani Gagal Panen

0
223

Permasalahan Pertanian – Sama seperti kegiatan lainnya, bahwa bertani pun tidak selamanya menguntungkan, atau pun berlangsung mulus-mulus saja. Melainkan halangan dan rintangannya, pasti pun ada. Dan di antara halangan atau tantangan tersebut ialah gagal panen.

Memang, tidak berhasil panen adalah momok nomor satu untuk orang yang bercocok tanam. Sebab, andai ini hingga terjadi, seorang petani dapat mengalami kerugian jutaan, bahkan puluhan juta rupiah. Malahan kerugian tersebut, tidak sedikit dari para tani yang harus memasarkan kebun-kebun mereka guna membiayai keperluan hidup, atau pun menutupi hutang.

Kasihan kan nasib mereka? Dan ini pernah menimpa family saya. Memang berat rasanya andai kaum tani merasakan hal ini. Keuntungan yang diharap-harap, justru hasil kosong yang didapatkan. Sebenarnya apakah penyebab tidak berhasil panen yang sering dirasakan oleh petani?

Permasalahan pertanian dan hal-hal yang mengakibatkan petani tidak berhasil panen

Berikut ini beberapa permasalahan petani yang kerap menghantui dan menyebabkan para petani mengalami gagal panen;

Baca juga:  Tips Sukses Budidaya Tomat Tanpa Retak dan Busuk

1. Serangan hama

Serangan hama menjadi masalah utama untuk para petani. Jangan heran, sebab yang namanya hama tersebut ada di mana-mana. Ya.. di mana juga itu, di dataran tinggi atau rendah, yang jelas selagi terdapat tanaman, tidak jarang kali ada hama yang siap menyikat tumbuhan Anda.

Tak peduli siang dan malam, hama-hama tersebut selalu beraksi, ketika Anda bekerja atau pun saat Anda sedang tertidur. Jika tidak menemukan penanganan yang tepat, mereka benar-benar bakal menyerang tumbuhan Anda, sampai tak menyisakannya kecuali sedikit. Inilah mengapa dampak serangan hama, sering menciptakan panen menjadi gagal.

2. Perubahan cuaca yang tidak menentu

Entah mengapa, akhir-akhir ini cuaca menjadi tidak menentu. Kadang panas, tiba-tiba hujan. Bahkan musim penghujan terjadi pada musim panas, dan sebaliknya. Bagi masalah cuaca, ini melulu pengamatan pribadi, dan petani-petani di wilayah saya. Bahwa cuaca yang berubah-ubah tidak menentu, dapat menjadi penyebab rusaknya tanaman.

Itu sebabnya, saya tidak cukup tau persis. Hanya saja, tidak sedikit yang merasakan gagal panen dampak cuaca yang tidak baik, alias tiba-tiba berubah tersebut. Banyak yang telah memperlihatkan bahwa hujan yang panjang juga dapat merusak tumbuhan sayur dan buah-buahan.

Baca juga:  Agribisnis Itu Apa Sih, Benarkah Ada Petani Berdasi?

3. Bencana alam

Bencana alam yang tidak jarang terjadi di Negeri ini, pun adalah salah satu penyebab tidak berhasil panen. Bencana alam tersebut laksana banjir, kekeringan, tanah longsor, gunung meletus, bahkan bencana alam yang tidak tersangka sebelumnya, laksana luapan lumpur lapindo dan tsunami Aceh.

Puluhan bahkan ratusan hektar lokasi pertanian dapat tertutup abu vulkanik, terendam banjir, kering kerontang dampak kemarau, tertimbun lumpur, bahkan luluh lantak tersapu tsunami. Jika laksana itu tidak saja gagal panen, malahan tidak terdapat yang dapat di panen. Bahkan lebih parahnya lagi, sawah dan ladang mereka mesti lenyap dampak bencana-bencana tersebut.

4. Kekurangan air

Kekurangan air yang saya maksud di sini, bukan sebab bencana alam laksana kekeringan. Melainkan dampak faktor tertentu, contohnya irigasi yang tidak bermanfaat atau juga letak geografis suatu wilayah yang memang susah mendapatkan air.

Perlu kita ketahui, bahwa ada sejumlah daerah di Indonesia, yang melulu mengandalkan air dari gunung guna menyirami dan menghidupi tumbuhan pertanian. Itu diakibatkan letak mereka yang sedang di pegunungan, dan wilayah tersebut mempunyai curah hujan yang paling sedikit. Akibat dari ketergantungan ini, terkadang semua petani kendala untuk menemukan air tersebut. Jadi, suah jelas bakal berimbas untuk hasil panen yang tidak memuaskan, bahkan gagal guna mendapatkan hasil.

Baca juga:  Saat Hujan Petani Menghentikan Aktifitasnya

5. Mahalnya harga pupuk

Saat ini pupuk sudah menjadi keperluan pokok untuk seorang petani. Dengan adanya pupuk, mereka dapat meningkatkan hasil pertanian mereka menjadi lebih baik lagi. Itu sebab pupuk akan menciptakan tanaman lebih subur, berbuah lebat, dan bermutu tentunya.

Nah, andai harga pupuk menjadi mahal, otomatis semua petani bakal mengurangi ongkos untuk melakukan pembelian pupuk tersebut. Akibatnya, keperluan pupuk yang dibutuhkan tanaman menjadi berkurang, sampai-sampai hasil dari tumbuhan tersebut juga akan merasakan penurunan. Bahkan, dampak kurangnya pupuk, dapat membuat petani tidak berhasil panen.

Para pembaca, demikianlah hal-hal yang dapat mengakibatkan petani tidak berhasil panen, semoga bermanfaat untuk Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.