Saat Hujan Petani Menghentikan Aktifitasnya

142

Hai kawan petani, musim hujan di Indonesia terjadi dari bulan Oktober hingga bulan April masing-masing tahunnya. Nah, pada ketika musim hujan, curah hujan yang terjadi tak seperti biasanya, alias lebih tidak sedikit dan lebih sering. Kondisi berikut yang membuat banyak sekali petani menghentikan sementara pekerjaan pertanian mereka ketika terjadi hujan.air hujan turun

Ya, memang tak seluruh petani berhenti dari pekerjaan bertani ketika hujan turun. Contohnya saja beberapa petani bunga, yang lahan pertaniannya tidak terlampau luas serta diberi atap sampai-sampai meskipun hujan, tidak mempengaruhi suasana lahan atau pun kegiatan petaninya.

Beda halnya dengan petani sayur atau buah-buahan misalnya. Kebun mereka tidak jarang kali becek oleh derasnya hujan andai turun terlampau lama. Tak jarang, curah hujan yang tinggi menciptakan lahan terendam oleh banjir yang datang. Nah, dari suasana seperti berikut yang mewajibkan petani guna beristirahat sejenak.

Mengapa? Ya sebab petani akan kendala bekerja ketika hujan. Mereka dapat basah kuyup, kedinginan dan terserang penyakit. Bukan karena tersebut saja, hujan pun membuat petani kendala dalam aktifitasnya. Misalnya, untuk menempatkan dan mencangkul. Sebab, tanah yang becek dan terendam air akan susah untuk dicangkul.

Tidak melulu menanam dan mencangkul saja, pemanenan pun bakal sulit dilaksanakan saat hujan. Misalnya petani kelapa, bakal sulit mendaki pohon kelapa ketika atau sesudah hujan, disebabkan licin. Begitu pun petani sayur yang terkadang tumbuhan mereka susah dipanen sebab terendam air.

Oiya, hal malas juga dominan terhadap pekerjaan petani ketika hujan. Maksudnya malas di sini bukan berarti petani tersebut malas lo ya, namun memang hujanlah yang menciptakan petani malas guna bergerak. Itu sebab seperti saya sampaikan tadi, tanah menjadi becek, udara menjadi dingin dan air yang di tanah juga menjadi gatal. Itulah sebabnya, banyak sekali petani tergolong saya lebih suka di lokasi tinggal saat hujan.

Bagaimana bila hujan turun sampai sejumlah hari? Nah, memang faktanya ketika musim penghujan, hujan yang turun lebih sering. Jadi, dapat saja hujan turun hari ini, kelak dan lusa. Dalam artian hujan turun sekitar tiga hari berturut-turut. Kalau sudah laksana itu, ya petani darurat menghentikan pekerjaan mereka sekitar itu. Tapi terkadang ada pun yang menyempatkan turun ke kebun di sela-sela hujan.

Nampaknya, andai hujan turun terlampau lama dalam jumlah banyak, tersebut adalahsalah satu resiko bertani. Sebab, petani dapat mengalami kerugian waktu, atau bahkan kerugian dampak gagal panen yang diakibatkan tanaman terendam banjir. Yah, meski pun begitu, petani mesti tetap bersyukur. Karena hujanlah yang menyuburkan tanah serta apa yang ditanam di atasnya.

Inti dari seluruh ini melulu terletak pada rasa syukur. Meskipun hujan mengganggu kegiatan petani, namun bilamana kita syukuri, ya tidak akan menciptakan kita sengsara. Sebab, sengsara tersebut terkadang pun manusia sendiri yang terlampau merasa. Dalam artian dampak ketidak syukuran kita, yang menciptakan hati anda terus dirongrong rasa sengsara.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.