Tips Sukses Budidaya Pohon Matoa Dalam Pot Agar Cepat Berbuah

0
403

Tips Sukses Budidaya Pohon Matoa Dalam Pot Agar Cepat Berbuah – Buah Matoa adalah buah dengan kulit berwarna merah dan daging buah berwarna putih seperti rambutan. Buah ini banyak ditemukan di Papua karena memang buah ini cocoknya hidup di iklim yang sejuk plus curah hujan tinggi. Saat ini popularitas buah matoa bisa dibilang sedang naik daun. Banyak masyarakat di luar Papua yang ingin membudidayakannya.buah matoa

Tips Membudidayakan Pohon Matoa Dalam Pot Supaya Cepat Berbuah

Nah, ingin tahu bagaimana cara membudidayakan pohon matoa ini dalam pot agar cepat berbuah? Langsung saja, berikut kami bagikan beberapa tipsnya.

  • Memahami Karakteristik dan Syarat Tumbuh Tanaman

Sebelum anda mulai membudidayakan pohon Matoa, ketahui dulu karakteristik dan syarat tumbunya. Matoa adalah tanaman dengan pohon besar dengan batang yang memiliki diameter rata-rata 100cm. Buah matoa berwarna merah coklat agak kehitaman dengan bentuk buah putih lebih condong seperti telur puyuh atau rambutan. Kulit buah Matoa ini memiliki tekstur licin dan beraroma manis. Beberapa orang mengatakan bahwa buah Matoa mengingatkan kita akan kulit buah markisa, dengan daging buah seperti rambutan namun terasa seperti durian. Buah ini memiliki polifenol yang baik sebagai antibakteri dan pelawan kanker. Bahkan kulitnya juga memiliki kandungan flavonoid dan zat besi yang berguna bagi tubuh.

  • Melakukan Persemaian dalam Polybag atau Pencangkokan dengan Benar
Baca juga:  Cara Menanam Selada Sistem Hidroponik Di Rumah

Untuk mendapatkan bibit Matoa, anda dapat menggunakan dua cara. Yaitu persemaian dari biji atau menggunakan pencangkokan batang. Persemaian biji membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan hasil panen dibanding dengan pencangkokan, sehingga terkadang banyak orang memilih dengan pencangkokan. Jika anda menggunakan benih, pastikan benih tersebut bersih dan tidak rusak atau bahkan terserang penyakit. Benih atau biji yang baik akan menunjang pertumbuhan tanaman yang baik juga. Letakkan biji tersebut pada polybag besar dengan penambahan tanah dan pupuk organik. Usahakan untuk menghindari pemberian pupuk berbahan kimia sintetik, atau jika memang perlu, berikan hanya pada awal tanam.

  • Perawatan Tanaman Matoa

Ketika benih atau biji matoa tersebut telah mencapai beberapa bulan, dimana keadaan tanaman sudah cukup kuat, pindahkan dari polybag menuju lahan. Akar matoa cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan, sehingga jangan melakukannya dengan asal mencabut namun pastikan akarnya masih menempel pada tanah dan pindahkan perlahan. Pastikan juga lubang galian untuk tanaman telah anda buat dengan lebar kurang lebih 75cm x 75cm. Jika anda ingin menanam dalam jumlah banyak berikan jarak antar lubang tanam sebesar 6m x 6m agar ketika telah tumbuh membesar di tahun ketiga tanaman tidak saling berebut nutrisi, sinar matahari dan menjagai dari kelembaban jika letaknya terlalu berdekatan.

Pastikan saluran irigasi di lahan anda tidak tersumbat atau mengalami kerusakan yang menyebabkan timbulnya sumbatan atau genangan di lahan tersebut. Karena genangan air bisa menyebabkan timbulnya jamur dan bakteri yang dapat menurunkan kualitas buah matoa. Lakukan pemangkasan juga jika batang Matoa dirasa terlalu rimbun sehingga tidak menyebabkan kelembaban dan akan terlihat lebah renggang sehingga sinar matahari dapat mengenai seluruh bagian tanaman dengan rata. Buah Matoa akan mulai berbuah sekitar 3 tahun sehingga selama proses itu baiknya anda menggabungkan budidaya di lahan anda dengan tanaman musiman lain seperti jagung, cabai, atau berbagai tanaman lain yang memiliki nilai jual tinggi.

Nah, itulah diatas informasi yang bisa kami sampaikan mengenai cara menanam buah Matoa. Selamat mencoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.